Kapan Saat yang Tepat untuk Jual Mobil Lama dan Beli yang Baru?


Kapan Saat yang Tepat untuk Jual Mobil Lama dan Beli yang Baru?


Mobil merupakan salah satu sarana yang memberikan manfaat besar bagi pemiliknya. Selain bermanfaat, mobil yang memiliki harga mahal juga bisa menambah rasa percaya diri dan meningkatkan status sosial atau ekonomi. Mobil yang memiliki banyak seri dengan model-modelnya juga bisa menjadi barang koleksi sesuai dengan selera pemiliknya. Karena alasan-alasan tersebut, tak jarang pemilik mobil menjual mobilnya untuk dibelikan mobil baru. Namun selain dari alasan tersebut, kondisi mobil itu sendiri dan pasar otomotif di luar juga menjadi alasan mengapa seseorang ingin jual mobil  dan menggantinya dengan seri yang lain.

Mobil sendiri sebenarnya bukanlah barang investasi karena harga jual kembalinya pasti jauh lebih murah dibandingkan harga saat membeli. Karena itu mereka yang menjual mobil harus siap-siap untuk mengalami kerugian atau kehilangan sebagian dananya. Untuk membeli mobil baru lainnya pun, uang hasil penjualan mobil lama tak akan cukup sehingga Anda perlu menambah dengan uang yang lainnya. Bagi Anda yang ingin menjual mobilnya, perlu dipertimbangkan kembali masak-masak agar tidak menimbulkan masalah ekonomi di kemudian hari.

Meski begitu, bukan berarti menjual mobil untuk membeli yang baru menjadi hal yang tidak baik untuk dilakukan. Membeli mobil baru pun akan memberikan Anda manfaat seperti yang dibutuhkan saat itu. Berikut ini adalah moment-moment yang tepat dimana Anda bisa menjual mobil lama dan membeli mobil baru dengan manfaat yang lebih besar dibandingkan kerugian yang bisa terjadi:

  1. Mobil sudah sering mogok.
Memiliki mobil yang sering mogok akan membuat Anda mengalami kerugian materiil hingga waktu dan pikiran. Misalnya mobil yang Anda gunakan untuk bekerja atau mengantar anak sekolah sering mogok di jalan sehingga mengakibatkan anak-anak terlambat begitu juga Anda. Anda bisa mendapatkan teguran dari kantor dan anak-anak mendapatkan sanksi dari gurunya. Belum lagi biaya bengkel yang dibutuhkan untuk kembali menghidupkan mobil saat mogok.

  1. Kapasitas mobil tidak mencukupi.
Jika Anda memiliki sebuah mobil sedan atau city car yang berkapasitas 4 orang penumpang, sedangkan anggota keluarga Anda sekarang ini bertambah banyak, sudah saatnya membeli mobil baru agar bisa digunakan lebih nyaman untuk bepergian dengan keluarga. selain itu perhatikan juga kebutuhan luas bagasi karena semakin banyak penumpang akan membutuhkan bagasi yang semakin luas.

  1. Manual ke matic.
Lelah menggunakan mobil manual dan ingin beralih ke mobil matic? Ini merupakan salah satu alasan banyak orang menjual mobil manual mereka dan beralih membeli mobil matic. Mobil matic lebih mudah digunakan terutama untuk para wanita.

  1. Mobil lama.
Sudah memiliki tabungan yang cukup untuk beralih membeli mobil baru yang lebih kuat dan gesit? Anda bisa menjual mobil lama yang sudah tua dengan alasan yang tepat.

Itulah alasan-alasan yang tepat jika ingin jual mobil untuk membeli mobil baru lainnya. harga mobil yang semakin mahal dan harga jual kembali mobil yang semakin turun akan membuat Anda membutuhkan tambahan biaya yang tak sedikit sehingga perlu dipersiapkan jauh-jauh hari. Tetapi selain itu Anda bisa juga menggunakan cara pembelian kredit untuk mobil baru dengan menggunakan uang hasil penjualan mobil lama sebagai uang muka. Dengan begitu kekurangannya saja yang akan menjadi kewajiban dari cicilan Anda setiap bulannya sehingga tidak terlalu membebani. Pilihlah mobil baru yang sesuai dengan kebutuhan saat ini agar mendatangkan manfaat yang maksimal.


Hal-Hal yang Berkaitan dengan P2P, Investasi Terpercaya Modern Saat Ini



Istilah investasi kini bukanlah istilah yang asing di telinga masyarakat modern. Investasi merupakan aktifitas di mana para investor menempatkan dana dengan jumlah dan waktu tertentu demi mendapatkan keuntungan yang manfaatnya dapat dirasakan di masa yang akan datang. 
Untuk mendapatkan manfaat dari berinvestasi, kita sebagai masyarakat modern dihimbau untuk berinvestasi sejak dini. Untuk melaksanakan investasi di jalam yang modern ini, kita tidak harus menginvestasikan dana dalam jumlah besar.

Dengan berkembangnya teknologi dan kebijakan dalam berinvestasi, kita dapat berinvestasi hanya dengan modal sebesar Rp. 100.000 saja. 
Meskipun dianggap sebagai modal investasi yang kecil, dengan berinvestasi sejak dini, kita akan mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan berinvestasi yang kita lakukan. Agar mendapatkan manfaat investasi yang baik dan benar, menjadi hal wajib bagi kita untuk memilih investasi terpercaya. 

Seperti yang kita ketahui, ada banyak perusahaan dan jenis investasi yang dapat kita pilih ketika berinvestasi. 
Agar mendapatkan hal-hal yang kita harapkan selama berinvestasi, memilih investasi yang terpercaya menjadi sebuah keseharusan.

Dari sekian banyak jenis investasi yang dapat dipilih oleh masyarakat modern saat ini, 
investasi p2p atau Peer to Peer menjadi pilihan investasi yang tepat. Investasi Peer to Peer merupakan investasi yang dikembangan oleh jasa teknologi keuangan yang sedang trend di era yang modern ini. Hal tersebut dapat disebabkan oleh kemudahan dan proses cepat yang dihadirkan oleh investasi Peer to Peer.

Secara garis besar, Peer to Peer merupakan platform investasi yang mempertemukan kreditur atau pemberi pinjaman kepada peminjam atau debitur. Uang yang nantinya akan dipinjam oleh kreditur akan dikenakan bunga. Akibat sifat pinjaman modal dapat dilakukan secara langsung, kita dapat mencoba keperuntungan kita dengan mengikuti investasi Peer to Peer. 

Untuk mengetahui lebih lanjut akan investasi Peer to Peer, simak beberapa hal yang berkaitan dengan investasi Peer to Peer di bawah ini:
  1. Investasi fintek Peer to Peer memberikan jaminan dana proteksi kepada para investornya. Dana tersebut merupakan dana cadangan bagi investor ketika peminjam tidak melunasi dana yang mereka pinjam tepat pada waktunya.
  2. Pada saat kita akan bergabung dengan investasi Peer to Peer, kita tidak harus menanamkan modal dalam jumlah besar. Kita hanya perlu mengeluarkan dana sebesar Rp. 100.000 untuk memulai investasi Peer to Peer untuk pertama kalinya.
  3. Sama halnya dengan jenis investasi lainnya, investasi Peer to Peer akan memberikan keuntungan bagi para pelakunya. Keuntungan yang akan kita terima nantinya akan disesuaikan dengan kesepakatan yang telah dibuat dengan pihak peminjam.
  4. Investasi Peer to Peer telah mendapatkan regulasi dari para regulator. Layanan pinjaman uang yang dilakukan secara digital telah diatur dan disahkan oleh Bank Indonesia dan OJK atau Otoritas Jasa Keuangan.

Investasi Peer to Peer dapat dilakukan secara online. 
Karena merupakan investasi ekonomi inklusif, kita dengan mudah mencari tahu mengenai informasi yang berkaitan dengan investasi Peer to Peer. Potensi mendapatkan keuntungan dari investasi Peer to Peer terbilang cukup tinggi.

Meskipun demikian, kita juga akan dihadapkan dengan beberapa resiko yang mungkin terjadi di masa depan. Terlambatnya peminjam mengembalikan dana yang mereka pinjam menjadi resiko yang paling banyak ditemui oleh para pelaku investasi Peer to Peer. Karena itulah, kita harus memikirkan dengan matang ketika akan memutuskan memilih investasi Peer to Peer ketimbang jenis investasi lainnya.