6 Tips Menjaga Pola Makan untuk Penderita Diabetes

 


Diabetes atau dikenal dengan ‘penyakit gula’ atau ‘kencing manis’ terbagi menjadi 2 jenis, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Meski  ada perbedaan di antara keduanya, tapi dari segi penyebab dan pengobatannya, penting bagi penderita untuk menjalankan pola hidup sehat dan menjaga pola makan agar penyakitnya tidak semakin parah. Selain itu, Anda juga disarankan untuk melakukan check-up berkala ke rumah sakit dan alangkah lebih baik memiliki Asuransi Jiwa Syariah Allianz agar tidak mengeluarkan biaya ketika berobat maupun check-up ke dokter.

So, khusus untuk Anda penderita diabetes, berikut cara menjaga pola makan yang bisa Anda terapkan:

1.      Pilih karbohidrat yang lebih sehat

Semua karbohidrat memengaruhi kadar glukosa darah, jadi penting untuk mengetahui makanan mana saja yang mengandung karbohidrat sehat. Beberapa sumber karbohidrat sehat yang bisa Anda konsumsi adalah biji-bijian seperti beras merah dan gandum utuh, buah, sayuran, kacang-kacangan seperti buncis, serta produk olahan susu seperti yoghurt tanpa pemanis buatan dan susu murni. 

2.      Kurangi konsumsi garam

Mengonsumsi banyak garam dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Jika Anda menderita penyakit diabetes, maka akan sangat berisiko mengidap semua penyakit ini. Untuk itu, bagi Anda penderita diabetes sangat disarankan untuk mengonsumsi gula maksimal 6 gram garam (satu sendok teh) saja dalam sehari.

3.      Kurangi konsumsi daging merah dan daging olahan

Penderita diabetes tidak dianjurkan mengonsumsi banyak daging merah dan olahan, seperti daging ham, bacon, sosis, daging sapi, dan daging domba. Oleh karena itu, Anda bisa menggantinya dengan makanan lain seperti ikan, telur, dan daging ayam.

4.      Pilih makanan dengan kandungan lemak yang lebih sehat

Kita semua membutuhkan lemak dalam makanan karena lemak memberi kita energi. Tetapi jenis lemak yang berbeda, tentu saja memengaruhi kesehatan kita dengan cara yang berbeda pula. Lemak sehat biasanya terdapat dalam makanan seperti kacang-kacangan tanpa garam, biji-bijian, alpukat, minyak ikan, minyak zaitun, dan minyak bunga matahari. Jangan mengonsumsi lemak jenuh karena dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah Anda dan juga bisa meningkatkan risiko masalah penyakit jantung.

5.      Kurangi konsumsi gula

Anda bisa mengganti minuman manis dengan jus buah dengan air, susu plain, atau teh dan kopi tanpa gula. Atau, Anda juga bisa mencoba gula nol kalori untuk membantu Anda mengurangi konsumsi gula. Dengan melakukan ini tentu saja dapat mengontrol kadar glukosa darah di dalam tubuh dan membantu menurunkan berat badan Anda.

6.      Konsumsi lebih banyak buah dan sayuran

Buah utuh baik untuk semua orang bahkan untuk penderita diabetes sekalipun. Meski mengandung gula, tapi gula di dalam buah merupakan gula alami karena itulah Anda disarankan untuk mengonsumsinya. Selain buah, Anda juga disarankan mengonsumsi berbagai jenis sayuran seperti wortel, brokoli, kubis, bayam, tomat, mentimun, selada, dan jamur.

Demikian ulasan mengenai cara menjaga pola makan yang bisa diterapkan oleh penderita diabetes. Selamat mencoba dan semoga sehat selalu, ya!

 

Sebelum Berangkat Naik Haji, Siapkan Dulu Beberapa Hal Ini!

 


Naik haji adalah satu dari lima pondasi rukun Islam. Biarpun hanya diwajibkan kepada yang mampu, setiap Muslim tentu punya keinginan berkunjung ke Tanah Suci. Begitu juga dengan Anda, kan? Nah, jika Anda sudah mendapatkan kelompok terbang Anda, segeralah lengkapi diri dengan Allianz Tasbih agar mendapatkan manfaat produk asuransi syariah seperti perlindungan jiwa selama berada di Tanah Suci. Selanjutnya, lakukan beberapa hal berikut sebelum Anda benar-benar berangkat ke Mekah!

1.      Perkaya diri dengan pengetahuan tentang ibadah haji. 

Persiapan paling pertama dan utama adalah memperkaya diri dengan pengetahuan soal ibadah haji. Mengingat prosesnya yang cukup detail, ada baiknya Anda banyak mencari tahu tentang aturan serta larangan yang perlu Anda lakukan atau abaikan selama berada di Tanah Suci. Menurut agen perjalanan Hasuna, Anda juga bisa memperbanyak intensitas Anda mengikuti majelis taklim untuk menambah ilmu agama. Jangan lupa juga untuk mengikuti manasik haji (gladi) dan membaca aturan haji dari Kementrian Agama Indonesia, ya.

2.      Melatih dan menjaga fisik. 

Persiapan kedua berkaitan dengan stamina tubuh. Pasalnya, aktivitas haji akan membutuhkan kekuatan fisik Anda. Selain itu, cuaca di Mekah pun berbeda jauh dengan Indonesia. Sebab itulah, Anda perlu melatih fisik Anda dengan rutin berolahraga agar kuat dan sehat selama menjalankan ibadah haji. Perbanyak juga mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat yang cukup, serta melakukan cek kesehatan secara berkala.

3.      Mempersiapkan barang bawaan. 

Setidaknya, Anda akan berada di Tanah Suci selama 40 hari. Segala kebutuhan mulai dari pakaian, obat-obatan, hingga keperluan tidur Anda menjadi tanggung jawab Anda. Untuk itu, sebaiknya Anda mempersiapkan barang bawaan Anda sejak jauh-jauh hari. Jangan sampai ada kebutuhan Anda yang tertinggal atau tak muat di dalam koper bawaan Anda. Tips: buatlah susunan daftar barang bawaan dari yang paling wajib hingga tidak wajib.

4.      Menukar rupiah dengan riyal. 

Walaupun Anda berangkat dengan agen perjalanan ibadah haji, memegang sejumlah uang tunai tetap harus Anda lakukan. Hal ini ditujukan untuk membantu Anda bila ada kebutuhan pribadi yang perlu Anda beli ketika tinggal di Mekah atau Madinah. Untuk memudahkan Anda, sebaiknya Anda menukar uang rupiah Anda ke riyal di Indonesia saja. Tips: tukarkan jauh-jauh hari sebelum tanggal keberangkatan untuk menghindari stok riyal yang menipis dan kurs beli mata uang yang meninggi.

5.      Melakukan suntik meningitis. 

Dilansir dari IDN Times, penyakit meningitis meningokokus berkembang pesat di sejumlah negara berkembang di Afrika, Amerika Utara, Amerika Latin, dan Selandia Baru. Nah, karena ibadah haji dilakukan oleh seluruh umat Islam dari seluruh dunia, vaksin meningitis wajib dilakukan setiap calon jemaah haji untuk melindungi dirinya terpapar meningitis dari jemaah haji lain. Biasanya, suntik ini dilakukan jemaah haji 10 hari sebelum keberangkatan.

Itu dia 5 persiapan yang perlu Anda lakukan sebelum berangkat naik haji. Anda juga bisa mempersiapkan pulsa telepon dan/atau kuota internet untuk kebutuhan komunikasi bersama anggota keluarga di rumah. Selamat beribadah, semoga informasi dalam artikel ini bermanfaat, ya!